Penyakit Diabetes

Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes / kencing manis

Penyakit diabetes / kencing manis

Apa yang dimaksud dengan diabetes?

Diabetes biasa dikenal dengan istilah kencing manis . Diabetes merupakan penyakit  yang disebabkan karena adanya gangguan pada kerja hormon insulin, yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin merupakan  hormon yang mengatur metabolisme glukosa dalam darah. Pada penderita diabetes, gangguan tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan dikenal dengan istilah “hyperglycemia”. Hyperglycemia menyebabkan keberadaan glukosa pada urine penderita diabetes. Hal inilah yang menyebabkan diabetes sering disebut juga dengan penyakit “kencing manis”. Gejala awal diabetes antara lain adalah sering merasa haus dan lapar, sering kencing, penurunan berat badan secara tiba-tiba, dan mudah merasa lelah.

Diabetes adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.

Tipe-Tipe Diabetes

  • Diabetes Tipe I
    Merupakan jenis diabetes yang biasanya terdiagnosa pada anak-anak atau usia muda, dan sering disebut dengan juvenile diabetes. Dari keseluruhan populasi diabetes, hanya sekitar 5-10 % yang menderita diabetes jenis ini. Diabetes jenis ini biasanya terjadi sebagai respons dari penghancuran sistem autoimunitas (autoimmune destruction) dari sebuah sel yang dikenal dengan nama ß-cells. Proses ini menyebabkan pancreas tidak mampu untuk menghasilkan hormon insulin. Kelompok penderita diabetes jenis ini sering disebut sebagai Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) karena sangat tergantung pada  terapi hormon insulin.

 

Diabetes tipe I

Diabetes tipe I

 

  • Diabetes Tipe II
    Merupakan jenis diabetes yang terjadi pada sekitar 90-95% populasi diabetes. Biasanya diabetes tipe II mulai terdeteksi pada usia sekitar 30 tahun. Peningkatan kadar gula darah pada diabetes tipe ini terjadi karena faktor gaya hidup, seperti pola makan, berat badan yang overweight, dan juga jarang melakukan olahraga. Pada empat puluh tahun terakhir,  berat badan diduga menjadi faktor yang sangat kuat untuk meningkatkan resiko penyakit ini. Penderita diabetes tipe ini masih dapat menghasilkan insulin, namun dalam jumlah yang sedikit, sehingga sering disebut juga sebagai Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
     
Diabetes Tipe II

Diabetes Tipe II

Penyakit Diabetes

Penyakit Diabetes

  • Gestasional Diabetes
    Diabetes tipe ini terjadi pada wanita hamil yang tidak pernah menderita diabetes, tetapi memiliki kadar gula darah yang tinggi (kadar gula darah puasa > 126 mg/dL) . Biasanya  diabetes tipe ini terdeteksi pada minggu ke 24-28 kehamilan. Jenis diabetes tipe ini akan memengaruhi pertumbuhan bayi  pada akhir masa kehamilan. Kadar gula darah yang tinggi akan diteruskan ke janin melalui plasenta. Hal ini menyebabkan terjadainya peningkatan kadar gula dalam darah sehingga bayi akan mengalami peningkatan kerja insulin. Setelah lahir bayi tersebut akan memiliki kecenderungan untuk menderita obesitas dan memiliki berat badan yang lebih berat. Gejala lain yang umumnya tampak pada  bayi yang ibunya menderita diabetes tipe ini adalah kesulitan bernafas dan juga shoulder damage pada saat bayi tersebut dilahirkan. Karena berat badan bayi meningkat, maka kemungkinan besar di kemudian hari prevalensi bayi tersebut terkena diabetes akan juga semakin tinggi.

 

Faktor-Faktor Penyebab Diabetes:

  • Usia, semakin dewasa seseorang maka resikonya terkena diabetes akan semakin tinggi.
  • Jenis kelamin, prevalensi wanita terkena diabetes lebih tinggi dibandingkan prevalensi pada pria.
  • Obesitas, semakin besar kelebihan berat badan maka prevalensi terganggunya kerja insulin akan semakin besar, karena kelebihan lemak dapat menyebabkan gangguan pada kerja hormon insulin.
  • Aktivitas fisik, semakin jarang kita melakukan aktivitas fisik maka gula yang dikonsumsi juga akan semakin lama terpakai, akibatnya prevalensi peningkatan kadar gula dalam darah juga akan semakin tinggi.
  • Pola makan, pola makanan berlemak dan karbohidrat yang berlebihan akan meningkatkan resiko terkena diabetes.
  • Stress, merupakan salah satu faktor pemicu meningkatnya resiko diabetes. 

Pola Makan Diabetesi

Penderita diabetes pada umumnya tidak perlu mengonsumsi jenis makanan tertentu. Hal yang penting dalam pola diet diabetes adalah membatasi jumlah dan memperhatikan jadwal makan. Dengan kata lain, goal yang ingin dicapai adalah mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak dan kalori yang rendah, serta lebih banyak mengonsumsi sayur, dan buah(5) American Diabetes Association, menyarakan konsumsi  50- 60 % kalori dari karbohidrat, 12-20 % dari protein dan tidak lebih dari 30 % kalori berasal dari lemak(6).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola makan diabetes:

Memilih karbohidrat dengan glikemiks indeks yang lebih rendah. Karbohidrat dengan glikemiks indeks yang rendah akan menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah yang lebih perlahan sehingga  tidak menyebabkan mudah menjadi lapar. Contoh makanan yang memiliki glikemiks indeks yang rendah adalah pasta dan oatmeal.

Menghidari konsumsi lemak berlebihan.

  • Penderita diabetes memiliki resiko dua kali lebih tinggi menderita penyakit jantung dan juga mengalami peningkatan kolesterol. Oleh karena itu penderita diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol. Dan disarankan untuk banyak mengonsumsi minyak nabati seperti  olive oil. Sementara gajih, jeroan, dan kuning telur merupakan makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes. 
  • Mengonsumsi Fiber.
    Fiber merupakan nutrisi yang dapat membantu untuk mengendalikan kadar gula di dalam darah. Oleh karena itu penderita diabetes juga disarankan untuk  mengonsumsi makanan dengan fiber yang tinggi seperti oat dan sayuran.
     
  • Mengurangi konsumsi Gula dan Garam
    Agar kadar gula dalam darah tidak cepat naik, penderita diabetes disarankan untuk bisa mengendalikan konsumsi gula. Konsumsi gula dalam jumlah yang tinggi akan menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah akan semakin cepat, sehingga penderita diabetes akan lebih cepat merasa lapar. Sementara itu diet rendah garam pada diabetes perlu dilakukan agar dapat membantu mengurangi resiko hipertensi pada penderita diabetes.
     
  • Mengonsumsi air sebanyak minimal 32 ounces (5-6 gelas) dalam sehari. Air dapat berfungsi untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh, sehingga dapat juga mencegah konsumsi makanan yang berlebihan jika pada saat yang bersamaan rasa lapar dan haus muncul.

Komplikasi Diabetes.

  • Komplikasi pada mata.
    Penderita diabetes memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan pada indra penglihatan. Beberapa gangguan yang mungkin muncul anatara lain adalah glaucoma dan katarak, yang mempengaruhi kejelasan saat melihat. Gangguan lain yang dapat terjadi adalah pada retina. Pada beberapa kasus, gangguan tersebut akan terakumulasi dan dapat menyebabkan kebutaan.
  • Komplikasi pada kaki dan kulit
    Penderita diabetes pada umumnya akan mengalami kekeringan pada bagian kulit kaki dan bagian permukaan tubuh yang lain. Selain itu jika terjadi luka, maka akan terbentu bekas berwarna merah gelap yang sulit untuk hilang.
  • Hipertensi
    Prevalensi  Hipertensi akan semakin meningkat pada penderita diabetes. Peningkatan kadar gula dalam darah akan menyebabkan resiko peningkatan tekanan darah.
  • Heart Dissease & Stroke
    Saat terkena diabetes prevalensi penyakit jantung akan semakin meningkat. Konsumsi lemak yang berlebihan diduga menjadi penyebab utama yang akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan pada akhirnya juga akan meningkatkan resiko untuk terkena stroke. Faktanya, 2 dari 3 penderita diabetes mengalami stroke.


Hal-Hal yang perlu dilakukan  pada saat terkena Diabetes:

  • Memperhatikan porsi makan, jumlah karbohidrat yang tidak berlebihan (sekitar 50-60 % dari total kalori). Mengurangi konsumsi   lemak jenuh, seperti gajih, jeroan, dan memilih lemak nabati  seperti olive oil.
  • Banyak mengonsumsi makanan berserat yang dapat membantu mengendalikan peningkatan kadar gula dalam darah.
  • Meningkatkan aktivitas & rutinitas berolahraga sesuai dengan saran dari dokter.
  • Menghindarkan diri dari stress, karena  stress juga dapat memicu peningkatan komplikasi yang muncul akibat diabetes.


Bagaimana mengetahui apakah kita menderita Diabetes atau tidak ?Mereka yang menderita Diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :

  • Haus dan banyak minum
  • Lapar dan banyak makan
  • Sering kencing
  • Berat badan menurun
  • Mata kabur
  • Luka lama sembuh
  • Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
  • Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
  • Badan terasa lemah
  • Mudah mengantuk 

Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.

Siapa saja sih yang dapat menderita Diabetes ?

  • Diabetes dapat terjadi pada semua orang.
  • Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes.
  • Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk),
  • kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik),
  • Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes. 

Bagaimana memastikan menderita Diabetes atau tidak ? Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

  • Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
  • Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
  • Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl

Bila seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum, banyak makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil pemeriksaan sekali saja di atas sudah menentukan orang tersebut menderita diabetes. Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk memastikan diagnosa Diabetes.

Apakah yang dimaksud dengan Pre Diabetes itu ?

  • Pre Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih tinggi daripada normal tapi belum cukup tinggi untuk dimasukkan dalam kategori Diabetes.Mereka yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko tinggi untuk menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari, kecuali mereka melakukan pola hidup sehat dengan menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif berolahraga.Seseorang dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl


Bagaimana mengatasi Diabetes ?

  • Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan perencanaan makan dan berolahraga. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes tipe 2, diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2, diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.
    Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya, pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau insulin yang perlu digunakan.

    Pasien juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.

    Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).

  
Apa saja komplikasi Diabetes yang dapat terjadi ?

Inilah salah satu alasan yang penting mengapa pasien perlu mengontrol gula darahnya. Karena dengan kontrol gula darah yang buruk, pasien akan mengalami komplikasi jangka panjang, seperti stroke, penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah dan kerusakan syaraf sehingga dapat menyebabkan amputasi pada anggota tubuh dan pada pria dapat terjadi gangguan ereksi.

Dari penelitian selama 10 tahun yang telah selesai dilakukan, menunjukkan bahwa pasien yang menjaga gula darahnya tetap terkontrol, akan menurunkan resiko komplikasi-komplikasi tersebut hingga 50% lebih.

Berapakah target gula darah yang harus dicapai oleh penyandang Diabetes ? Target dari gula darah adalah individual, jadi bisa saja satu pasien dengan pasien lain berbeda untuk target yang harus dicapai. Tapi secara umum target yang harus dicapai adalah :

  • Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl
  • Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl
  • Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl
  • Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir) yaitu kurang dari 7% 

Apakah Diabetes dapat disembuhkan ? Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol dalam batas normal.

Untuk menjaga dan mengontrol tingkat gula darah bisa dengan cara minum herbal pilihan alami yaitu Phytochi. Berikut tentang Apa itu phytochi , khasiat dan manfaatnya  :

Kami sebagai Toko Herbal Alami, Toko Herbal Shop Pasarinternet Indonesia , Toko Online terpercaya menjual Berbagai Obat Herbal Penyakit Diabetes atau kencing manis . Khusus Untuk solusi penyakit Diabetes kami mempunyai obat herbal alami solusi terbaik untuk penyakit Diabetes  Anda , Obat Herbal penyakit Diabetes Phytochi , Phytochi obat herbal untuk penyakit kencing manis.

Obat herbal penyakit kanker

Obat herbal penyakit Diabetes / kencing manis

Apa Itu Phytochi untuk keterangan lengkapnya pelajari Phytochi, manfaat dan khasiatnya pada Artikel dibawah ini tentang Phytochi obat herbal Penyakit Diabetes.

Phytochi solusi aman untuk kesehatan Anda dan keluarga . Phytochi solusi utama kesehatan Anda , mengapa phytochi sebagai solusi ? 

  • Karena  Phytochi adalah salah satu herbal terbaik yang merupakan ekstrak 16 Herbal terbaik dengan rasa yang manis dan menyegarkan, Maha karya dari seorang Herbalis legendaris, Dr. Albert Y Leung yang sudah banyak menulis ensiklopedia tentang Herbal.
  • Sebagai solusi untuk kesehatan karena Isi dan kandungan Phytochi sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kesembuhan penyakit. Karena Phytochi merupakan solusi terbaik bagi kesehatan Anda dengan cara alami dan seimbang. Kandungan 16 Herbal dalam PhytoChi bekerja sinergis untuk mengembalikan keseimbangan tubuh sehingga tubuh akan kembali bugar, sehat dan berenergi. Yaitu dengan  kandungan phytochi yaitu jamur Reishi, Ginseng Amerika, Ginseng Siberia, Ginseng Tienchi, Polygonum Multiflorum , Mawar china, Bunga Chamomile , Kunyit , Licorice , Kayu manis Cassia, Coix Lacrima Jobi , Aloe Vera , Astragalus Membraneceus, Kulit Jeruk Mandarin , Goji Berry, Schisandra Berry
  • Phytochi bermanfaat mengeluarkan racun, toksin , bakteri dan kuman yang tidak baik dari dalam tubuh kemudian memulihkan dan menyeimbangkan seluruh sistem tubuh seperti sedia kala sehingga tubuh akan menjadi sehat.

    isi Kandungan dan manfaat Phytochi untuk kesehatan

    isi Kandungan dan manfaat Phytochi untuk kesehatan

  • Phytochi merupakan herbal alami yang unik yaitu bekerja dengan 5 fungsi yaitu :  mengeluarkan racun  kemudian mengtoksin, dan memulihkan  serta menyeimbangkan  dan yang terakhir menyehatkan / mengobati.( sedangkan dipasaran 70% produk berfungsi untuk detoksifikasi)
  • Phytochi memiliki izin edar yaitu POM TI 114645 751
  • Phytochi memiliki Pabrik sendiri dengan sertifikat ISO & GMP
  • Phytochi Anti Dopping(bersertifikat)
  • Phytochi herbal halal sehingga dapat dikonsumsi secara aman
  • Phytochi Cocok bagi mereka yang vegetarian karena terbuat dari ramuan atau raciakan herbal – herbal pilihan terbaik
  • Phytochi Aman untuk segala usia , 100% nabati, aman untuk penderita gangguan ginjal
  • Phytochi dapat mengobati penyakit jantung, stroke,migrain, vertigo,asam urat,diabetes, darah tinggi, darah rendah, kolesterol, trigliserida tinggi, kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru,kanker usu, kanker usu , myom, tumor, , kista, ginjal, sakit tulang belakang, nyeri haid, keputihan, infeksi saluran kencing, kecanduan alkohol,kecanduan narkoba, kecanduan rokok, syaraf kejepit, TBC, wasir , rematik, sinusitis, parkison , dll

Harga phytochi termurah dapat Anda dapatkan di Toko Online kami Toko Herbal Shop Tangerang sebagai Agen Phytochi murah Tangerang , Jakarta dan sekitarnya . Kami sebagai agen phytochi jual herbal phytochi murah obat segala penyakit .

Dapatkan Phytochi termurah, dengan Informasi lebih lanjut  silahkan hubungi kontak person yang ada disebelah kanan website ini.

You may also like...

%d bloggers like this: